top of page
  • Writer's pictureAdmin -Riyan-

Best Practice #1 By Nurwakhidah, S.Pd.

Upaya Meningkatkan Motivasi dan Keaktifan Siswa pada Pelajaran IPAS Melalui Model Problem Based Learning dan Metode Eksperimen serta aplikasi QuizizzSiswa Kelas 3B SDIT Al-Fatih 1 Oleh : Nurwakhidah, S.Pd.

A. PENDAHULUAN Pembelajaran IPAS adalah gabungan dari mata peljaran IPA dan IPS yang dikenal dalam kurikulum Merdeka. Pada pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar hendaknya menekankan pada kemampuan siswa dalam mengembangkan pemikiran secara ilmiah.Pembelajaran IPA melatihsiswa berfikir kritisdan objektif. Berdasarkan tuntunan pembelajaran IPA di tingkat Sekolah Dasar yakni pertama, mengupayakan berkembangnya pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang kedua pembelajaran IPA diharapkan mampu mengembangkan keterampilan proses untuk meyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan. Sejalan dengan hal tersebut sudah seharusnya guru dapat memfasilitasi serta menyajikan keadaanproses pembelajaran yang mengupayakan terpenuhinya kemampuan peserta didik baik pada pemahamankonsep yang didasarkan pada pengamatan dalam kehidupan disekitar. Namun pada pelaksanaannya, Sebagian guru belum optimal dalam merancang Pembelajaran inovatif baik dari penggunaan berbagai model, metode, serta media pembelajaran. Hal ini menyebabkan peserta didik cenderung merasa jenuh dan malas mengikutipembelajaran. Sehingga belum terfasilitasi maksimaldalam membangun dan mengambangkan daya berfikir ilmiah dalam memahami sebuah konsep atau kejadian di sekitar mereka.Pembelajaran IPA tidak bisa hanya dipelajari dari aktivitas penyampaian satu arah namun perlu adanya keterlibatan peserta didik dalam proses menemukan, memahamidan mencoba. Sehinggakonsep yang ditemukanatau terbangun tidak hanya sebagai pengetahuan saja namun menjadi sebuah pemahaman yang bermakna. B. PEMBAHASAN Pada pembelajaran IPA di kelas 3 Abu Bakar B menunjukan rendahnyamotivasi dan keaktifansiswa pada pembelajaran IPA. Hal ini terlihat dari hasil observasi guru selama pembelajaran. Terdapat siswa yang tidak focus dan berbincangdengan teman atau bermain sendiri serta rendahnya intensitas bertanya pada guru saat pembelajaran berlangsung. Rendahnya motivasi dan keaktifan siswa berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukan masih banyak siswayang belum memahami


materi IPAS. Sebanyak 15 dari 28 siswa masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Banyaknya hasil belajar siswa yang tidak mencapai KKM ini menunjukkan bahwa siswa masih kurang dalam memahamimateri.

Meningkatkan pemahaman siswa bukanlah hal yang mudah. Siswa perlu berkonsentrasi pada saat proses pembelajaran, perlu mengenal dan memahami istilah- istilahyang digunakan dalam Ilmu Pengetahuan Alam serta perlu mengaitkan pemahamandengan pengalaman yang dialami dalam aktivitas keseharian. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulissebagai guru kelas 3B merasa perlu untuk meningkatkan motivasi, keaktifan serta pemahaman siswa agar hasil belajar merekamembaik. Upaya meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa, guru harus merubah model dan metode pembelajaran yang biasa diajarkansehingga terjadi peningkatan baik dari prosesmaupun hasil belajar.

Berdasarkan hal di tersebut penulis mengambil model pembelajaran Problem Based Learning metode Ekperimen. Hal ini sesuai dengan hasil penilitan dari FitriPermatasari dan Baiq Rohmi Khalid yang menunjukkan bahwa Penggunaan metode eksperimen efektifdalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajarsiswa hal ini karena siswa ikut terlibat dalam penemukan pemahaman materi yang sedang diajarkan.

Kegiatan pembelajaran modelProblem Based Learning,sesuai sintaknya siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang diberikan guru lalu melalui percobaan pembuatanlilin aroma dan mendiskusikan secara berkelompok lalu mempresentasikan hasilnya. Pada tahap evaluasi guru menggunakan aplikasi Quizziz mode kertas. Darikegiatan tersebut hasil penilaian sikap yang dilakukan dibandingkan dengan penilaian observasi pada pertemuan sebelumnya terdapat kenaikan pada kerjasama 16,93%, tanggung jawab 14,50%, dan keaktifan siswa 17,74%. Peningkatan juga terjadi pada penilaian pengetahuan siswa dimana terdapat 22 dari 28 siswa atau sekitar 80% siswa yang memenuhi nilai KKM. Dan penilaian keterampilan terdapat kenaikan pada keterampilan proses siswa 20,38% dan presentasi 4,03%.


C. KESIMPULAN

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwasemua hasil penilaiankomperehensif siswa mengalami kenaikan baik dari segi sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Sehingga keaktifan, hasil belajar dan pemahaman konsep siswa 3B SDIT Al-Fatih meningkatsetelah dilakukan proses pembelajaran dengan model pembelajaran ProblemBased Learning dan Metode Eksperimen.


D. DAFTAR PUSTAKA

Fitri Permatasari (2022) Evfektivitas Metode Eksperimen Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Materi Perubahan Wujud Benda Kelas IV MI Ma’arif Sutawinangun Kabupaten Cirebon. Jurnal EduBase : Journal of Basic Education Volume 3 Nomor 1 (2022) Pages 110–116, h.112-113 https://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/edubase/article/view/682/530

Diakses 26 November 2023

5 views0 comments

Recent Posts

See All

Best Practice #1 By Iis Solihah, S.Pd.

Using STAR method - Situation (Situasi), Challenge (Tantangan), Action (Aksi), and Reflection of Result (Refleksi Hasil) Arranged by: Iis Solihah, S.Pd. Integrated in Solve the Students’ Problems in L

Best Practice #2 By Bahrudin Yusuf, S.Pd.

Upaya Meningkatkan Kemampuan HOTS Matematika Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Siswa Kelas 6A SDIT Al-Fatih 1 Oleh : Bahrudin Yusuf, S.Pd. A. PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu il

bottom of page