top of page
  • Writer's pictureAdmin -Riyan-

Best Practice #2 By Bahrudin Yusuf, S.Pd.

Upaya Meningkatkan Kemampuan HOTS Matematika Melalui Model Problem Based Learning (PBL) Siswa Kelas 6A SDIT Al-Fatih 1

Oleh : Bahrudin Yusuf, S.Pd.

A. PENDAHULUAN

Matematika merupakan salah satu ilmu dasar dimana terapan maupun penalarannya mempunyai peranan penting dalam penguasaan ilmu dan teknologi. Matematika membantu manusia untuk mengolah informasi dan menentukan cara sebuah pemecahan masalah. Oleh karena itu matematika adalah ilmu yang harus dikuasai siswa agar dapat membantu proses belajar kognitifnya. Dalam menguasai matematika siswa harus memiliki kemampuan berpikir High Order Thinking (HOT), karena matematika merupakan ilmu pemecahan masalah dimana untuk penyelesaiannya dibutuhkan kemampuan penalaran, analisis, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kreatif. Oleh karena itu jika siswa tidak melatih atau memiliki kemampuan tersebut maka untuk menghadapai pembelajaran tingkat selanjutnya siswa akan kesulitan dan inilah yang menyebabkan hasil belajar matematika siswa rendah.


B. PEMBAHASAN

Hasil belajar siswa kelas 6A SDIT Al-Fatih 1 menunjukkan masih banyak siswa tidak bisa menyelesaikan soal-soal HOTS matematika. Hal ini dilihat dari hasil nilai ujian pengetahuan siswa yang menunjukkan bahwa 14 dari 31 siswa (45%) masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Banyaknya hasil belajar siswa yang tidak mencapai KKM ini menunjukkan bahwa siswa masih kurang dalam pemecahan masalah soal-soal HOTS.

Meningkatkan kemampuan HOTS siswa bukanlah hal yang mudah. Siswa harus dilatih kemampuan penalaran, analisis, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kreatifnya melalui pembelajaran yang bermakna. Disinilah penulis sebagai guru kelas 6A merasa perlu untuk meningkatkan kempuan HOTS siswa agar hasil belajar yang mereka dapatkan tercapai dengan baik. Dalam meningkatkan kemampuan HOTS dalam pelajaran matematika, guru harus merubah model pembelajaran yang biasa diajarkan kepada siswa agar bisa secara langsung melatih kemampuan penalaran, analisis, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kreatif siswa.

Berdasarkan hal di atas guru mengambil model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dari Masduriah (2020) setelah dilakukan uji post-test, peneliti mendapatkan hasil post-test yang menunjukkan 71% peserta didik sudah mampu mengerjakan soal berbasis HOTS dengan baik. Karena dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL siswa dilatih untuk memahami permasalahan pada soal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan setiap materi pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik.

Kegiatan pembelajaran model PBL yang dilakukan guru memiliki sintaks: (1) Orientasi siswa terhadap masalah. (2) Mengorganisasi siswa untuk belajar. (3) Siswa berdiskusi secara mandiri/kelompok. (4) Siswa menyajikan solusi yang sudah ditemukan. (5) Evaluasi tentang seluruh kegiatan dalam pembelajaran.

. Dari kegiatan tersebut hasil penilaian sikap yang dilakukan dibandingkan dengan pada pertemuan sebelumnya terdapat kenaikan pada kerja sama 16,13%, tanggung jawab 11,96%, dan keaktifan siswa 19,76%. Peningkatan juga terjadi pada penilaian pengetahuan siswa dimana terdapat 67,86% siswa yang memenuhi nilai KKM. Dan penilaian keterampilan terdapat kenaikan pada keterampilan proses siswa 55,56% dan presentasi 46,96%.



C. KESIMPULAN

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa semua hasil penilaian komperehensif siswa mengalami kenaikan baik dari segi sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Sehingga hasil belajar dan kemampuan HOTS siswa 6A SDIT Al-Fatih meningkat setelah dilakukan proses pembelajaran dengan model pembelajaran PBL.


D. DAFTAR PUSTAKA

Masduriah, H. (2020). Pengaruh penggunaan model pembelajaran PBL terhadap keterampilan HOTS siswa SD. Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar, 2, 277-285.


3 views0 comments

Recent Posts

See All

Best Practice #1 By Nurwakhidah, S.Pd.

Upaya Meningkatkan Motivasi dan Keaktifan Siswa pada Pelajaran IPAS Melalui Model Problem Based Learning dan Metode Eksperimen serta aplikasi QuizizzSiswa Kelas 3B SDIT Al-Fatih 1 Oleh : Nurwakhidah,

Best Practice #1 By Iis Solihah, S.Pd.

Using STAR method - Situation (Situasi), Challenge (Tantangan), Action (Aksi), and Reflection of Result (Refleksi Hasil) Arranged by: Iis Solihah, S.Pd. Integrated in Solve the Students’ Problems in L

bottom of page